Hari
ini aku agak sedikit tidak enak hati kepada Ayahku. Gimana sih rasanya nggak
didengerin? Bete kan?.
Pertama,
seminggu yang lalu aku bilang sama Ayah kalau aku mau daftar klub futsal sama
Dimas dan Arya. Beliau diam saja. Tidak merespon. Kedua, tadi aku cerita kalau
ulangan matematika-ku dapet 80, nilai yang sangat langka setelah hampir satu
semester ini. Boro-boro muji, beliau cuma bilang gini ‘Alhamdulillaah, semua
karena Allaah’. Ya iyya lah karena Allaah, tapi paling tidak beliau
mengapresiasi kerja kerasku, perjuanganku yang berdarah-darah. Barusan, aku
tanya lagi sama beliau, apakah aku diijinkan mendaftar klub futsal, karena hari
ini adalah penutupan pendaftaran. Bukan menjawab pertanyaan malah meninggalkanku
tanpa sepatah kata pun.

